dark side
yang terdalam dari sisi gelapku adalah diriku sendiri. terdengar aneh mungkin. tapi demikianlah adanya. seperti layaknya sebuah lilin yang terbakar habis. menerangi sekitarnya namun tak ada yang tersisa dari dirinya.
yang terdalam dari sisi gelapku adalah diriku sendiri. terdengar aneh mungkin. tapi demikianlah adanya. seperti layaknya sebuah lilin yang terbakar habis. menerangi sekitarnya namun tak ada yang tersisa dari dirinya.
Cibeureum - Kota Cimahi.
seperti halnya permukiman di daerah urban lainnya, maka di sini pun ada daerah2 yang terkotak2. dan dulu aku pernah aku tinggal di sini. di daerah yg cenderung lebih tertib. suatu permukiman yang nyaman, bahkan beberapa temenku bertanya padaku. "ini kompleks perumahan yah?" bukan, jawabku singkat. luasnya cuman sekitar satu RT saja. but, aku tidak akan menuliskan hal ini secara detail. it's just prelude.
so, apa hubungannya dengan beda harga? gini, suatu daerah pasti ada tukang sayur keliling. nah, ternyata tukang sayur ini menerapkan politik dumping. lho koq, bisa gitu. awalnya tak ada yang tahu akan hal ini, sampai suatu ketika. kakakku maen ke RT lain yg menjadi daerah operasi si tukang sayur ini, yaitu di RT yang memiliki tingkat ekonomi yg lebih rendah (maaf, gw gak bermaksud menilai. ya.. cuma pandangan sekilas mata saja).
waktu kakak gw berada di rumah temennya. ternyata, temennya lagi belanja di tukang sayur yg sama. so, kakakku menunggu di dalem. dan saat, temennya masuk membawa belanjaannya. kakakku berkata "mahal yah, tukang sayur itu mah!" temennya menjawab "ah, enggak. murah koq" lalu terjadilah pembicaraan antara mereka. dan ternyata terungkaplah politik dumping ini.
hmmm... penilaian tergantung sudut pandang setiap pikiran manusia. dan penilaian paling terbuka dariku adalah... bahwa si tukang sayur tersebut, sangatlah bijaksana dan islami. mengapa gw berkata demikian. karena pada prakteknya, si tukang sayur ini tak pernah bohong mengenai harga kepada para pelanggannya. baik yg membayar dengan harga mahal maupun kepada yang membayar dengan harga murah. kalo konsumen yg membayar mahal bertanya "koq mahal2 amat sih, mang?" jawabnya selalu jujur "yah bu. kalo harganya murah, lalu keuntungan buat saya mana?" logis bukan? dia tak pernah menyebutkan angka2 dan fakta2 di pasar tapi menyebutkan logika ekonomi. dan bagi konsumen yg membayar murah.. tentu saja dia tak pernah mendengar kata protes. dan si tukang sayur ini selalu mulai menjajakan dagangannya dari konsumen yg membayar mahal lalu ke konsumen yg membayar murah. seiring dengan berjalannya matahari di garis edarnya. gw gak mau menilai atau membahas detail. kita harus lebih membuka mata kita dan memandang sesuatu lebih dekat. so...
PPA (Phenyl Propanolamin)
Mungkin Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono gak terbayang kata di atas. coz kata di atas ramai dipertanyakan saat pemerintahan megawati (Suck mega!!). terjadi pada bulan januari 2001. keparat banget tuh, manusia yg bernama megawati. rakyat menggugat lewat YLKI, BPOM serta yayasan dan institusi kesehatan & perlindungan hak asasi manusia. dasar megawati manusia tak berbudi. statementnya lewat mentri kesehatan (kayaknya dia gak berani ngomong sendiri) bahwa PPA akan dilarang pada bulan desember 2001 dan untuk sementara kadarnya harus dikurangi sesuai dengan batas aman bagi manusia. bangsat... (maaf, gw harus memaki) mana yg dikurangi. bulan desember lewat. gak ada implementasi apa2
dan akhirnya semua lupa. tapi gw gak lupa. dan setiap gw beli obat, gw selalu melihat komposisinya. PPA no way! meskipun PPA bisa dikonsumsi tidak lebih dari 25 mg dalam satu hari. tapi dalam penggunaan yg berkala. menumpuk. akumulasi. lagipula rata2 kandungan perdosis sekali minum adalah 12,5 mg. kalo sehari kita minum obat 3 kali berarti kita telah mengkonsumsi PPA melebihi ambang batas. yg paling aman adalah JANGAN KONSUMSI PPA SEDIKITPUN.titik. racun koq diminum.
tapi kenapa BPOM menetapkan 15 mg perdosis. kenapa gak melarangnya? uang. oh, uang. demikian berkuasanya engkau. mungkin ini cuma asumsiku saja. kolusi. tapi siapa yg tidak paham akan arti kolusi bagi aparat pemerintah dan kaum kapitalis indonesia. kasihan bagi mereka yg ditipu akan informasi mengenai PPA. bahwa PPA adalah aman. propaganda di indonesia memang hebat. bahkan pembunuh bisa disebut sebagai penyembuh. ya, karena aku juga males cari literatur yang sesungguhnya tentang PPA ini. asli dari negara2 yg menerapkan perlindungan kesehatan adalah faktor utama. malangnya rakyat indonesia. seseorang, tolong SMS Pak SBY dunk. plizz.
sekitar tahun 1996, aku membuka2 koleksi majalah kartini lawas kepunyaan kakakku dan aku sangat tertarik membaca rubrik setetes embun. kebetulan sekali, pada saat itu aku membaca sebuah kisah yg sangat menyentuh hatiku. (ini adalah rubrik kiriman pembaca yg berisi nilai2 moral dan nurani manusia) saat ini, aku sudah lupa kan judul serta runutan kisahnya secara lengkap. tapi pelajaran dan hikmahnya akan tetap menjadi motor dalam hatiku. begini:
penulis di rubrik ini menceritakan... bahwa dia adalah seorang wanita eksekutif dan kebetulan sedang libur ke kota asalnya mengunjungi ortunya. biasa, namanya juga ceweq... bareng nyokapnya bikin acara masak2 deh! mereka belanja di pasar tradisional. pada saat akan membeli daun pisang untuk kebutuhan masak-memasak ternyata yg jual adalah seorang nenek tua. sudah menjadi kebiasaan orang kebanyakan, kalo lagi belanja sesuatu yg tidak tertempel bandrol harga.. pasti otomatis menawar. demikian pula sang tokoh ini. "seikat berapa, bu?"
"murah neng. seri aja."
"wah, mahal bu. delapan ratus aja yah."
"aduh neng. kalo delapan ratus, upah buat ibu mana?"
"ya udah. sembilan ratus yah. kalo tidak dikasih mending gak jadi."
wajah nenek penjual terlihat berpikir sejenak... dan akhirnya menjawab.
"baiklah neng. daripada gak laku dan dibawa pulang lagi."
matahari memang sudah semakin tinggi dan sang nenek pun harus melanjutkan aktivitasnya. tak boleh melulu seharian di pasar. ya, pekerjaan rumah-lah, ya mencari daun pisang untuk dijual besoknya lagi, dsb...
sang tokoh memberikan selembar uang ribuan. dan dengan segera si nenek memberikan kembalian berupa uang koin seratus rupiah.
entah karena keadaan pasar yg penuh sesak atau karena kurang hati2nya sang tokoh. ternyata setelah dia menerima kembalian tersebut. uang tersebut terjatuh dan masuk ke dalam saluran air yg keruh dan kotor.
sang tokoh tak begitu mempedulikan kehilangan uang yg cuma seratus rupiah. apalah artinya bagi dia yg memiliki gaji jutaan rupiah iap bulan. tapi sang nenek berkata...
"aduh neng, uangnya jatuh. andai tadi dikasihkan saja sama ibu. tentu bisa untuk nambah2 beli lauk atau uang saku cucu ibu."
deg.
bayangkan hanya karena ego kita. kita telah berlaku begitu dzalim pada orang lain.
bayangkan bahwa uang seratus rupiah demikian tidak berharga bagi kita .. akan tetapi begitu berharga (bahkan sangat berharga) bagi orang lain.
bayangkan jika sang tokoh tidak begitu 'iseng' untuk menawar barang yg demikian murah, dimana sang penjual begitu jujur akan keadaannya. dimana sang nenek begitu sedikit mengambil untung. dimana sang nenek begitu berusaha keras dalam usahanya mendapatkan sedikit penghasilan.
dan sejak saat itu. sang tokoh tak pernah lagi menawar barang dagangan yg dijual oleh orang2 yang demikian jujur berjualan, yang mengambil keuntungan demikian sedikit, yang dengan tulus membantu pemenuhan kebutuhan kita dengan barang dagangannya.
gw sedih banget saat membaca naskah asli cerita tersebut di majalah kartini rubrik setetes embun. begitu terharu akan kisah tersebut.
sesuatu yg tidak berarti bagi kita ternyata sangat berarti bagi orang lain.
mengapa kita begitu angkuhnya tak mau menghargai usaha orang lain.
cuma seratus rupiah. mengapa kita mempermasalahkannya? mengapa harus memperebutkannya dengan orang yg berhak?
gw emang gak pandai menulis ualng kisah tersebut.
tapi sejak saat itu pula. aku mengikuti jejak sang penulis.
untuk tak mau repot2 menawar barang2 yg dijual di pasar tradisional yg kurasakan bahwa sang penjualnya mengambil untung sedikit dan berlaku jujur dalam menawakan dagangannya. apalagi bila harga yg ditawarkan adalah harga pada umumnya.
bahkan tak jarang aku memberikan kelebihan bagi mereka. dan anehnya sikap ini terus
tumbuh subur di hatiku sampai sekarang. aku demikian bahagia jika sudah melakukan transaksi jual-beli yg meninggalkan senyuman dan wajah yg cerah bagi sang nenek (sang penjual maksudku). tumbuh dan terus tumbuh... sampai pada akhirnya, aku merasa masih kurang atas sikap tersebut dan... terakhir ini, aku malah memberikan tips kepada orang yg memberikan jasa padaku bila melakukan kegiatan usaha. aku berikan tips kepada tukang sampah. padahal tukang sampah sudah mendapatkan penghasilannya dari iuran bulanan warga dan mendapatkan tambahan dari sampah daur ulang. tapi aku tetap memberi tips bagi mereka. aku memberikan tips bagi pemangkas rambut yg mau memijat pundak dan kepalaku setelah rambutku menjadi rapi. aku meberikan tips bagi tukang ojek yg mau mengantarkan aku di dinginnya malam. aku memberikan tips untuk tukang becak yg mau mengantarkanku di bawah tikaman panas matahari. dan... terus... terus...
semoga terus tumbuh rasa bahagia ini. kepuasan melihat wajah cerah mereka.
semoga tumbuh terus dan semoga Allah Yang Maha Kuasa dapat terus memberikan rizki mereka lewat tanganku. semoga saku baju Nabi Besar Muhammad SAW yg selalu kosong karena isinya selalu diberikan kepada yang membutuhkan walaupun Beliau belum makan. dapat beralih dan diwariskan pada setiap baju yang kumiliki.
terima kasih buku, terima kasih teknologi. semoga kalian selalu menunjukkan kebaikan bagiku dan juga bagi kita semua. Amin
To Boddah:
Speaking from the tongue of an experienced simpleton who obviously would rather be an emasculated, infantile complain-ee. This note should be pretty easy to understand.
All the warnings from the punk rock 101 courses over the years, since my first introduction to the, shall we say, ethics involved with independence and the embracement of your community had proven to be very true. I haven't felt the excitement of listening to as well as creating music along with reading and writing for too many years now. I feel guilty beyond words about these things.
For example, when we're backstage and the lights go out and the manic roar of the crowds begin, it doesn't affect me the way in which it did for Freddie Mercury, who seemed to love, relish in the love and adoration from the crowd which is something I totally admire and envy. The fact is, I can't fool you, any one of you. It simply isn't fair to you or me. The worst crime I can think of would be to rip people off by faking it and pretending as if I'm having 100% fun.
Sometimes I feel as if I should have a punch-in time clock before I walk out on stage. I've tried everything within my power to appreciate it (and I do, God, believe me I do, but it's not enough). I appreciate the fact that I and we have affected and entertained a lot of people. It must be one of those narcissists who only appreciate things when they're gone. I'm too sensitive. I need to be slightly numb in order to regain the enthusiasms I once had as a child.
On our last 3 tours, I've had a much better appreciation for all the people I've known personally, and as fans of our music, but I still can't get over the frustration, the guilt and empathy I have for everyone. There's good in all of us and I think I simply love people too much, so much that it makes me feel too fucking sad. The sad little, sensitive, unappreciative, Pisces, Jesus man. Why don't you just enjoy it? I don't know!
I have a goddess of a wife who sweats ambition and empathy and a daughter who reminds me too much of what I used to be, full of love and joy, kissing every person she meets because everyone is good and will do her no harm. And that terrifies me to the point to where I can barely function. I can't stand the thought of Frances becoming the miserable, self-destructive, death rocker that I've become.
I have it good, very good, and I'm grateful, but since the age of seven, I've become hateful towards all humans in general. Only because it seems so easy for people to get along that have empathy. Only because I love and feel sorry for people too much, I guess.
Thank you all from the pit of my burning, nauseous stomach for your letters and concern during the past years. I'm too much of an erratic, moody baby! I don't have the passion anymore, and so remember, it's better to burn out than to fade away.
Peace, love, empathy,
Kurt Cobain
Frances and Courtney, I'll be at your altar.
Please keep going Courtney, for Frances.
For her life, which will be so much happier without me.
I love you, I love you!
hmmm... tak ada server web yg aman 100%. begitu bunyinya. udah beberapa bulan ini aku membaca cerita di situs detik.com tanpa menjadi pelanggan (so, gak usah bayar dunk!) jahat, bahkan bisa dibilang jahat banget. tapi kemaren2 .. aku sedikit bingung. coz url yg biasa aku akses gak bisa, malah memunculkan pesan error bahwa page yg gw request tidak ada di server detik.com. nah lho! gw ubek2 lagi. akhirnya dapet juga. ternyata memang dipindahkan ke server yg lain (masih milik detik.com). awalnya seeh, sederhana. bukannya gw gak mau bayar. bukannya gw pelit. tapi gw males kudu register lalu berurusan dengan bank untuk mentransfer uang. pekerjaan yg rumit bukan? apalagi kalo masa langganan habis, mesti diperpanjang. ribet. gw males. so, gw inject url-nya dengan script php dan beberapa perintah unix. hasilnya, wow... keren! tapi aku gak mau mempublikasikan hasil cracking ini. padahal dalam dunia underground, semua ilmu adalah gratis. apa sebab? bukan karena aku respek ama detik.com tapi aku sayang ama penulis ceritanya. kalo misalnya sang penulis mendapatkan fee dengan lisensi (artinya penulis gak menjual hak ciptanya ke detik.com) berarti sang penulis mendapatkan fee sesuai dengan jumlah pelanggan yg membaca hasil karyanya di detik.com... kalo aku mempublikasikan hasil cracking ini, maka bisa dipastikan jumlah pelanggan akan menurun. padahal aku sangat mengagumi para penulis ini. bisa dibilang guruku. jadi cukup aku saja yang nakal. apalagi kalo mesti memikirkan dampak selanjutnya. yaitu detik.com menjadi tahu... lalu mengubah semua direktorinya dan meningkatkan securitynya. wah, bisa gawat dunk! kemaren2 aja (page2nya pindah server) aku sempet ketar-ketir... jangan2 ketahuan... hahahahaha.
ssstt... yg baca ini jangan bilang syapa2 yah! thnx
Bahkan saat aku coba googling. ternyata ada direktori yg bisa diakse. cuma dua seeh! tapi kalo kreatif, khan bisa dieksplore. betul gak? google emang keren. jadi bagi siapa saja yg mau cari celah. googling aja.
Manifesto Sang Hacker
(Dikutip dari "The Hacker Manifest -- The Mentor")
Ini adalah dunia kami sekarang ... dunia elektron dan sambungan, keindahan sang 'baud'. Kami menggunakan layanan yang sudah tersedia tanpa membayar harga yang seharusnya betul-betul murah jika saja layanan tersebut tidak dijalankan oleh orang-orang rakus yang mencari untung, dan kalian menyebut kami penjahat. Kami menjelajah ... dan kalian menyebut kami penjahat. Kami mengejar pengetahuan ... dan kalian menyebut kami penjahat. Kami ada tanpa perbedaan warna kulit, tanpa perbedaan kebangsaan, tanpa prasangka keagamaan ... dan kalian sebut kami penjahat.
Kalian membuat bom, kalian berperang, kalian membunuh,
mencurang, dan berbohong kepada kami sambil berusaha meyakinkan kami
bahwa ini adalah untuk kebaikan semua, namun kamilah yang jahat.
Ya, aku adalah seorang kriminal. Kejahatanku adalah rasa keingintahuanku. Kejahatanku adalah menilai seseorang dari perkataan dan perbuatannya, bukan dari penampilannya. Kejahatanku adalah menjadi lebih pintar dari kalian, sesuatu yang tak akan kalian maafkan.
Aku adalah seorang hacker, dan ini adalah manifestoku.
Kalian bisa saja menghentikanku, namun kalian tak mungkin
menghentikan kami semua ...
Judul Asli:
Conscience of a hacker - The Mentor
Linda B Buck (Seatle, AS) dan Richard Axel (New York, AS) meraih penghargaan Nobel dalam bidang fisiologi/kesehatan karena dianggap sebagai perintis dari berbagai penelitian untuk menyingkap misteri sistem indra penciuman. Melalui penelitian yang dipublikasikan pada tahun 1991, mereka berhasil menemukan 1.000 jenis gen pengkode sejumlah protein yang berfungsi sebagai alat penerima (reseptor) penciuman. Setiap tipe reseptor ini hanya berinteraksi dengan wangi/bau khas tertentu. Sensasi wangi/bau terjadi karena adanya interaksi zat dengan reseptor indra penciuman yang diteruskan ke otak berupa sinyal listrik. Reseptor ini merupakan sel saraf yang berupa benang halus. Pada satu ujung sel saraf berinteraksi dengan zat berbau, sedangkan ujung yang lainnya berkumpul dalam suatu tulang menuju bagian otak yang bertugas menerjemahkan sensasi dari indra penciuman. Serangkaian proses terjadi dalam benang halus, dimulai dari interaksi molekul dengan reseptor sampai dihasilkannya sinyal listrik. Interaksi molekul dengan sel saraf reseptor akan menyebabkan reseptor teraktifkan. Suatu protein yang berpasangan dengan reseptor (Protein G) akan teraktifkan juga. Protein G yang teraktifkan akan menstimulasi pembentukan cAMP, melalui pembentukan enzim adenylate cyclase III. cAMP merupakan suatu molekul pembawa pesan yang dapat mengaktifkan suatu mekanisme transfer ion, sehingga akhirnya dapat dikirim informasi mengenai "wangi/bau" molekul ke otak berupa sinyal listrik. Campuran Para peneliti menduga, setiap satu sensasi wangi terdiri dari beberapa campuran zat "berbau" yang akan menstimulasi reseptor. Kemudian dalam otak terdapat suatu sistem pemetaan yang menerjemahkan sensasi wangi ini. Itulah sebabnya meskipun hanya ditemukan 1.000 sel saraf penciuman, tapi kita dapat mengenal 10.000 jenis wewangian! Indra penciuman akan cepat beradaptasi. Sering kita merasa tidak lagi mencium wangi parfum yang telah kita semprotkan, padahal orang lain yang baru bertemu dengan kita masih bisa menciumnya. Terjadinya fenomena ini dapat dijelaskan dengan mekanisme berikut. Saat transfer ion untuk pengiriman sinyal ke otak, memungkinkan masuknya ion Ca2+ (Gambar 1), ion Ca2+ akan mengikat protein calmodulin (CaM). Kompleks Ca2+/CaM ini dapat mengaktifkan enzim PDE yang selanjutnya dapat merusak molekul cAMP (molekul pembawa pesan yang dapat mengaktifkan transfer ion dan bertanggung jawab dalam pengiriman sinyal ke otak), akibatnya pengiriman sinyal ke otak yang membawa informasi sensasi wangi terhenti. Menariknya, tidak hanya sensasi wangi yang dapat dideteksi indra penciuman. Beberapa zat berbahaya dapat dideteksi indra penciuman. Hal ini ada kaitannya dengan pertahanan diri beberapa jenis hewan. Selain itu, informasi yang dikirimkan dari indra penciuman ke otak bisa juga mengontrol tingkah laku makhluk. Sebagai contoh serangga dengan indra penciumannya bisa mendeteksi feromon (sejenis enzim untuk menarik lawan jenis). Pada manusia, sensasi ini diduga terjadi juga, yaitu menjelaskan fenomena dua orang wanita yang selama bertahun-tahun tidur dalam satu ruang bisa mengalami siklus menstruasi yang sama. Tetapi fenomena ini masih diperdebatkan.*** Yuly Kusumawati, Lulusan S-1 Kimia ITB. Mahasiswa Pascasarjana Kimia Fisik ITB. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1004/28/cakrawala/penelitian.htm |
dan judul publish blog kali ini mengutip istilah yg dipakai oleh grup band Padi pada lagunya yang berjudul Semua Tak Sama. yup, bahkan aroma nafas tubuh (kita sering menyebutnya bau tubuh) setiap manusia akan berbeda, karena bau merupakan campuran yang kompleks. apalagi aroma nafas tubuh, bisa dipengaruhi dan dicampuri oleh apa saja. dan sungguh kebesaran Tuhan sehingga manusia akan selalu tertarik terhadap aroma nafas tubuh lawan jenisnya. dan apabila Padi begitu tegasnya menyatakan bahwa meskipun terkadang kita mencoba untuk menyingkirkan (ingatan akan) aroma nafas tubuh(seseoranga)mu, namun sangatlah susah.. karena sudah menyatu dan mengalir mengisi laju darah(ku). begitu kuatkah feromon menguasai alam bawah sadar kita. dan karena setiap aroma nafas tubuh seseorang berbeda satu sama lain maka kita akan mendapatkan sensasi yang berbeda pula terhadap setiap orang. dan aku sangat menyukai aroma nafas tubuh(mu). damn me!
aku bisa membedakan setiap aroma nafas tubuh seseorang yg dekat denganku dan yang paling kuat adalah memori tentang aroma nafas tubuh(mu). aku pernah mengatakan hal ini, dan selanjutnya aku selalu mengatakan hal ini terhadap seseorang yang dekat denganku. bahkan aku menanyakan, bagaimana dengan aroma nafas tubuhku? dan rata2 mereka menyukai aroma nafas tubuhku. meskipun aroma nafas tubuhku cowoq banget tapi tak ada bebauan yang menggangu (seperti bau keringat). entahlah... kalau aku menyukai aroma nafas tubuh mereka maka sudah sewajarnya kalau merekapun menyukai aroma nafas tubuhku. reaksi primitif yang menjelaskan semuanya. bagaimana bisa kita menyukai seseorang sedangkan baru baunya saja sudah membuat kita ingin menghindar. semua binatang mengerti hal ini, tak terkecuali binatang yang paling pintar seperti manusia (Homo sapiens). apabila kita sudah saling menyukai aroma nafas tubuh kita maka dengan sendiri kita akan selalu ingin berdekatan dan saling membaui. hmmm... ritual yang aneh. dan hal ini memang sudah aku ketahui dari dalu. sebelum aku ungkapkan secara implisit kepada mereka. inilah gunanya buku. buku akan memberi tahu lebih awal kepada orang yg senang dan suka membaca.
tapi dari sekian banyak kombinasi aroma nafas tubuh seseorang, aku paling menyukai aroma yang tercipta di sekitar kepala/rambut. karena aroma tersebut tidak terlalu menciptakan sensasi yang bersifat ketertarikan seksualitas tapi malah menimbulkan nuansa kasih sayang. itulah sebabnya aku lebih suka mencium/mengecup kepala untuk menunjukkan kasih sayang ataupun cinta asmara kepada seseorang. seperti yang dilakukan seorang ayah kepada putrinya, ibu kepada putranya atau kakak kepada adiknya. dan seperti aroma nafas tubuh maka cinta asmara pun akan sangat berbeda untuk setiap orang yang kita cinta. terlepas dari persoalan apakah kita (aku) bisa melupakannya atau tidak. tak jadi soal apa yang akan kudapatkan selama hal tersebut merupakan suatu ketertarikan alamiah... tak ada unsur rekayasa apapun. dan sebab pertama bukanlah apa2. karena yang terpenting adalah apa yang tercipta di antara kita.
gw paling gak tahan kalo liat buku bagus... tapi kalo banyak pertimbangan. biasanya gw gak jadi beli dan ujung2nya gw mesti baca hal2 yg ada di buku tersebut di internet. meskipun kurang nyaman... it's okay. daripada gak baca sama sekali. yg penting khan masih memiliki bahasan yg sama. tapi alangkah susahnya mencari e-book gratis. bisa aja seeh gw bayar pake kartu kredit. tapi resikonya penjara euy! dan lagipula di indonesia, orang2nya sangat malas untuk membaca. kenapa yah? jadi semakin mempersulit diriku saja, untuk mendapatkan e-book di internet lewat komunitas milis atu group. dan menyulitkan aku untuk mendapatkan buku2 yg berkualitas ataupun buku2 yg relatif murah. padahal semua bahan baku utama buku berasal dari indonesia. tapi dasar indonesia adalah sekumpulan orang bego, bahan baku tersebut diekspor dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi (pulp) yg berharga murah. diolah sama orang asing jadi barang jadi (kertas) diimpor ama kita dengan harga mahal. kita terus dibodohi seperti ini. rakyat negri ini tahu akan pembodohan ini, tapi karena menguntungkan pengusaha dan penguasa maka tetep aja, praktek setan ini terus dilanjutkan. dengan membabat hutan seenak perutnya sendiri. discovery channel, kenapa kalian gak meliput hutan negriku yg habis digerogoti tikus2 bermoral bejat. tapi biarpun manusia seluruh bumi tahu, sepertinya tikus2 tsb tetap tak'kan peduli. hmmm... awal bulan ini, aku sengaja mengunjungi toko buku di jalan braga. tak berkembang bahkan toko buku yg berada di persimpangan... kelihatannya sudah mulai sepi isinya. gw sedih banget! padahal gw paling suka kalo membeli buku dari toko buku seperti ini dibandingkan membeli dari toko buku kelas departement store. seni dan kepuasan yg didapat begitu terkesan mendalam. entahlah! aku dapet 2 buku, buku sastra dan agama... lalu berlari ke gunung agung BIP untuk membeli fikih wanita. harganya naik neeh! dulu gw beli seharga 50 rebu, sekarang koq jadi 70 rebu. sebenernya gw pengen juga beli buku di palasari, tapi males.. jauh euy! paling2 selama ini gw cuman hunting di sekitar alun2 ato jalan otista, di jalan braga, atau toko buku sekelas departement store yg bangunannya mentereng dengan pramuniaga yg ramah dan alunan musik yg memenuhi ruangan. ooh.. buku, begitu mahalnya engkau di negri ini. emang seeh, gw gak tergantung ama sesuatu yg ada di buku seutuhnya. tapi kenikmatan membaca dari buku itu... yg membuatnya seperti bahan candu.
dan minggu ini adalah minggu terbodoh sepanjang bulan. masa ada pameran, workshop, penandatanganan dan bursa buku di sabuga (sasana budaya ganesha).
"Gunakan distro seperti yang dipakai teman anda" kata Rahmat M. Samik-Ibrahim (Nomor Induk Pengguna Linux: #15059), Ketua vLSM.org (http://rms46.vlsm.org/) Jangan memilih distro karena 'katanya' hebat... Anda akan sangat
terbantu jika ada rekan untuk berkonsultasi, terutama jika tidak punya
waktu untuk memahami GNU/Linux secara mendalam.
Distro linux jumlahnya sangat banyak (ratusan) gak mungkin bagi kita untuk mempelajari dan membandingkannya satu persatu. jalan mudahnya ya, tanya temen yang sudah pernah pake. Tapi ada 5 distro yang dianggapa paling populer dan besar yaitu Debian, Mandrake, Slackware, SuSE, dan RedHat (nama-nama distro tersebut diurut berdasarkan abjad)--
mana yang terbaik? hmm.. pertanyaan yg salah!
bagi seorang distro fundamentalis, distro yg diyakini olehnya adalah distro yg terbaik. jadi, jangan sampai anda mengajukan pertanyaan seperti di atas karena akan menyulut "pertengkaran" hebat yang nggak akan ada habisnya. karena pada dasarnya setiap distro memiliki keunggulan masing2. dimana keunggulan tersebut sangat diandalkan oleh sang pemakainya. simpelnya gini:
distro xx memiliki a, b, c, d, e keunggulan yang digunakan oleh si siti.
dari kelima keunggulan tsb mungkin hanya 4 atau 3 saja yg digunakan oleh si budi dan sis budi malah lebih banyak menggunakan keunggulan f dan g, sehingga budi lebih cocok menggunakan distro xxx yang memiliki keunggulan c, d, e, f, g. jadi seperti jodoh saja penggunaan distro ini. bahkan kalo anda masih kurang puas dengan distro yg selama ini anda gunakan dan dari sekian ratus distro yg ada masih juga belum memuaskan anda. maka, anda bisa membuat sendiri distro yg anda inginkan. itulah keunggulan GNU/Linux--open source.
lalu apakah aku adalah seorang distro fundamentalis. hahahaha, jauh dari kata itu deh! aku cuma seorang user biasa yang menginginkan kemudahan. dan ternyata kemudahan itu aku dapatkan dalam penggunaan setiap distro yang ada dewasa ini. tentunya aku sangat menyukai distro yg menggunakan KDE (dalam windows disebut GUI) karena kau masih jauh dari mahir untuk menggunakan konsole. apalagi kalo harus masuk ke dalam shell. kayaknya aku mesti belajar lebih giat neeh, masa gw kalah ama murid gw sendiri. tapi begitulah keadaannya. semua cerita pasti memiliki unsur seperti ini .. murid selalu mengalahkan ilmu dari gurunya, pada akhirnya.
kemudahan apa yg kudapatkan dari sebuah distro linux :
1. gratis
2. banyak pilihan
3. satu kali install, akan mendapatkan kelengkapan aplikasi.
4. dukungan yg luas dan komplit. aplikasi2 linux dapat membaca ekstensi2 sistem operasi lainnya.
5. open source. bila sudah sampe tahap programer, maka bersiap2lah untuk berkreasi.
6. tangguh. jarang memiliki bugs.
7. dll...
lalu, aku suka distro apa? aku gak nyaranin atau mau nyebutin distro apa yg sebaiknya dipakai tapi aku malah nyaranin jangan gunakan distro tertentu jika anda merasa gak yakin dengan apa yg anda gunakan. tanyakan saja pada temen anda. karena lebih baik anda berkonsultasi/bertanya langsung pada seseorang. tapi kalo mau mencoba (anda baru pada tahap mencoba linux), gunakan saja distro linux yang booting dari CD ROM. jadi gak perlu menghapus sistem operasi lama anda. hmmm....
oia, tambahan. inilah kayaknya saatnya indonesia mulai berkembang di bidang TI. go open source.